
Assalamualaikum,
Happy Teachers Day to my mother. On this special day, your dedications to future leaders are celebrated.
You see, my mother is a teacher. She is my teacher during my younger days before I started my formal education. And 8 years ago, she finally became a ‘real’ teacher. Meaning she started to teach formally in school, my former primary school.
My mother teaches English and other subjects. Her students are fond of her. Although, my mother do sometimes complaint of disobedient and naughty students. But I know that she meant well. She sometimes surf the internet in search of teaching materials to nurture her students interest in English and for that my mother has won ‘Anugerah Guru Cemerlang’ (or was it ‘Guru Terbaik’?) from her school.
This Teachers Day, I can see that she will receive lots of gifts from her students and also parents of students. And for this, I dedicate this poem to my mother and all teachers who have taught me all this while, formally or informally. May Allah Bless all of you always. Insya’Allah.
Guru Oh Guru
Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
(dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum manjadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.
Nukilan Allahyarham SN Dato' Dr. Usman Awang Dipetik daripada buku antologi puisi Guru oh Guru yang diselenggarakan oleh Zam Ismail terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP),
0 choices made:
Post a Comment